{
"bahan_adonan": "
- 250 gram tepung terigu protein tinggi
- 150 ml susu cair hangat
- 1 butir telur ayam
- 30 gram gula pasir
- 5 gram ragi instan
- 30 gram margarin atau butter (lelehkan)
- Sejumput garam
",
"bahan_olesan_dan_pelengkap": "
- Margarin atau butter untuk olesan
- Susu kental manis (opsional)
- Meses cokelat
- Keju parut
- Selai sesuai selera
",
"steps_membuat_adonan": "
- Campurkan tepung terigu, gula pasir, ragi instan, dan garam dalam wadah besar, aduk hingga rata.
- Di wadah terpisah, kocok lepas telur lalu tambahkan susu cair hangat dan margarin leleh.
- Tuang campuran cairan ke bahan kering sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan elastis (±10–15 menit).
",
"steps_fermentasi_pertama": "
- Bentuk adonan menjadi bola dan letakkan di mangkuk yang sudah diolesi minyak.
- Tutup dengan plastik wrap atau kain lembap.
- Diamkan 45–60 menit hingga adonan mengembang dua kali lipat.
",
"steps_membentuk_roti": "
- Kempiskan adonan perlahan untuk mengeluarkan udara.
- Bagi adonan menjadi bagian kecil masing-masing 20–25 gram.
- Bulatkan adonan hingga halus, susun di loyang beralas kertas baking.
- Tutup dan diamkan kembali 15–20 menit untuk fermentasi kedua.
",
"steps_memanggang": "
- Panaskan oven pada suhu 180°C.
- Oles permukaan adonan dengan egg wash (opsional).
- Panggang selama 12–15 menit hingga berwarna keemasan.
- Angkat dan biarkan dingin sebentar.
",
"steps_penyajian": "
- Belah roti mini menjadi dua tanpa putus.
- Olesi bagian dalam dengan margarin.
- Tambahkan isian seperti meses, keju, atau selai.
- Panggang di teflon atau pemanggang hingga kecokelatan.
- Sajikan hangat, tambahkan susu kental manis jika suka.
",
"steps_tips": "
- Gunakan susu hangat, bukan panas, agar ragi tetap aktif.
- Pastikan adonan benar-benar kalis untuk hasil roti lembut.
- Fermentasi yang cukup membuat roti mengembang sempurna.
"
}